I.        Pendahuluan

Manusia dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan dan membutuhkan kelompok atau orang lain untuk berinteraksi. Hal ini merupakan hakekat, bahwa sebagaian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama kelompok atau masyarakat. Di dalam suatu kelompok atau organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok tersebut, yang terdiri dari pemimpin dan anggota atau karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau dalam arti lain bisa disebut juga dengan komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerjasama yang baik untuk menggapai cita-cita tersebut, baik cita-cita pribadi maupun cita-cita bersama/kelompok/organisasi.

Pengertian Komunikasi

 

Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu communicare atau communis yang memiliki arti adalah sama atau menjadi milik bersama. Jadi, kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang kita sampaikan kepada orang lain dapat diterima dan dimengerti oleh orang tersebut .
Dan berikut ini beberapa definisi tentang komunikasi :

  • Menurut Roben J.G, komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampai pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan
  • Menurut Davis – 1981, komunikasi adalah pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lainnya
  • Menurut Schram,W, komunikasi berarti berusaha untuk mengadakan persamaan dngan orang lain

Jadi dapat diambi kesimpulan bahwa, komunikasi dalam organisasi bertujuan untuk membentuk sikap saling mengerti (mutual understanding). Pendek kata atau dalam arti lain adalah agar terjadinya penyetaraan dalam kerangka referensi, maupun dalam pengalaman.

Unsur-Unsur Komunikasi Ada 5, yaitu   :

  • Komunikator
  • Menyampaikan Berita atau Informasi.
  • Berita-berita Yang Disampaikan
  • Interaksi
  • Tanggapan atau Reaksi

Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

  • Proaksi dan regulasi
  • Menetukan tujuan organisasi
  • Menentukan area permasalahan
  • Mengevakuasi performa
  • Memberikan komando, instruksi, memimpin dan menginovasi
  • Mendapat informasi baru
  • Menginformasikan sesuatu yang baru dalam sosialisasi dan perbaikan

Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:

1.     Komunikasi antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.

2.     Komunikasi kelompok

Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.

3.     Komunikasi massa

Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.

II.    Jenis Komunikasi Organisasi

Komunikasi Internal

Komunikasi Internal adalah komunikasi yang terjadi dalam organisasi atau kelembagaan itu sendiri. Misalnya, pertukaran gagasan diantara para admministrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehigga pekerjaan berjalan (operasi dan manajemen).

Dua dimensi komunikasi internal:

ü   Komunikasi Vertikal
Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari staff kepimpinan dengan cara timbal balik (two ways traffic communication)
“Downward Communication” komunikasi atas-bawah, contoh pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat dan majalah intern.
“Upward Communication” komunikasi dari bawah-atas, contoh staff memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan.

ü   Komunikasi Horizontal
Kounikasi mendatar, antara anggota staff. Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi vertikal yang formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja,employe relation dan sering timbul rumours, grapevine dan gossip.

ü   Komunikasi Diagonal (Cross Communication)
Komunikasi antara pimpinan seksi/bagian dengan pegawai seksi bagian lain.

Komunikasi Eksternal
Komunikasi antara pimpinan organisasi (perusahaan/kelembagaan) dengan khlayak audience di luar organisasi.

III.   Bentuk Komunikasi Organisasi

Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk:

Komunikasi Berdasarkan Bentuk

 

a.        Komunikasi Langsung
Komunikasi langsung tanpa menggunakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat, misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.

b.        Komunikasi Tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima pesan(sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis dan waktu, misalnya menggunakan radio, buku, majalah, dll.

 

IV.    Hambatan Komunikasi

 1.        Hambatan dari Proses Komunikasi

–          Hambatan dari Pengirim Pesan

–          Hambatan dalam Penyandian/Simbol

–          Hambatan Media

–          Hambatan dalam Bahasa Sandi

–          Hambatan dari Penerima Pesan

–          Hambatan dari Memberikan balikan

2.        Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dll. Misalnya, gangguan kesehatan (cacat tubuh misalnya orang yang tuna wicara), gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3.        Hambatan Semantik
Faktor pemahaman bahasa dan penggunaan istilah tertentu. Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima pesan. Misalnya, adanya perbedaan bahasa(bahasa daerah, Nasional maupun Internasional), adanya istilah-istilah yang hanya berlaku pada bidang-bidang tertentu saja. Misalnya bidang bisnis, industri, kedokteran, dll.

4.        Hambatan Psikologis

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan, sehingga menimbulkan emosi diatas pemikiran-pemikiran dari si pengirim maupun si penerima pesan yang hendak disampaikan.

5.        Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor emosi dan prasangka pribadi atau persepsi, kecakapan atau ketidak cakapan, kemampuan atau ketidak mampuan alat-alat panca indera seseorang, dll.

V.       Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi

 1.        Gunakan Umpan-Balik

Beri kesempatan pada orang lain untuk menympaikan ide atau gagasananya, sehingga tercipta komunikasi dua arah.

2.        Kenali Si Penerima Berita

–          Bagaimana latar belakang pendidikannya

–          Bagaimana pengetahuan tentang subyek pembicaraan

–          Sejauh mana minat dan perasaannya

3.        Rencanakan Secara Teliti, Pertimbangkan Baik-Baik

VI.   Kesimpulan

 Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan / informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan teah diterima. Komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi kita juga harus ingat bahwa terdapat banyak hambatan-hambatan dalam berkomunikasi.

Tujuan Komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai suatu tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan non-verbal, komunikasi verbal atau tertulis dan komunikasi non-verbal atau bahasa(gerak) tubuh. Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik. Seseorang dalam berkomunikasi pasti dapat merasakan timbal-balik antara pemberi informasi serta penerima informasi sehingga terciptanya suatu hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak (symbiosis mutualisme).

VII. Sumber Referensi

    http://id.wikipedia.org /wiki/Komunikasi_organisasi

 

http://www.batan.go.id/mediakita/current/mediakita.php?group=Inovasi&artikel=inv2&hlm=3

http://dhogerz.wordpress.com/proses2010/10/10/21komunikasi-dalam-organisasi/