Menurut pendapat umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakun dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, kedilan adalah keadaan dimana setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan  bersama. Kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.

Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Keadilan dan tidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusis menghadapi keadilan atau ketidak adilan setip hari. Oleh sebab itu keadilan serta ketidak adilan, menimbulkan daya kreatifitas manusia. Keadilan bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Keadilan juga merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat semua tindakan yang bercorak ekstrem menjadikan ketidak adilan dan akan meru.sak aau bahkan menghancurkan pertalian dalam mayarakat

Sikap jujur perlu dipelajari setiap orang sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menunmtut pemuliaan abadi, jujur memberikan kebenaran dan ketentraman hati, seta mensucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti teguhlah pada kebenaran, sekalipun kejujuran dapat merugikanmu, seta jangan pula berdusta, walaupun dustamu dapat menguntungkanmu. Barang siapa berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbat benar.

Pada hakekatnya  jujumr atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa. Kejujuran bersangkut erat dengan nurani. Nurani ang diperkembangkan dapat menjadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Jadi getaran kejujuran ataupun ketulusan dapat ditingkat kan menjadi suatu keyakinan, dan atas diri keyakinannnya maka seseorang diketahui kepribadiannya. Orang yang memiliki ketulusan tinggi akan memiliki keyakinan yang matang, sebaliknya orang  yang hatinya tidak bersih dan mau berpikir curang, memiliki kepribadian buruk dan rendah dan sering tidak yakin pada dirinya. Karena apa yang ada pada nuraninya banyak dipengaruhi oleh pemikirannya yang kadang-kadang justru bertentangan. Hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma. Kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur sebaliknya orang  yang akan terus menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konflik batin, ia akan terus mengalami ketegangan dan sifat kepribadiannya yang semestinya tkunggal menjadi terpecah. Keadaan demikian sangat mempengaruhi pada jasmani maupun ,rohaninya. Perasaan etis atau susila ini antara lain wujudnya sebagai kisadaran akan kewajiban, rasa k,eadilan ataupun ketidak adilan. Nilai-nilai etis ini dikaitkan dengan hubungan manusia lainnya. Selain nilai etis yang kdiktujukan kepada sesama manusia, hati nurani berkitan erat juga dalam hubungan manusia dengan tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari jujur atau tidak jujur merupakan bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri. Ketidak kejujuran sangat luas wawasannya, sesuai dengan luasnya kehidupan dan kebutuhan hidup manusia. Sedan gkan untuk mempertahankn kejujuran, erbagai cara ldan sikap perlu dipupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang diperbolahkan tidak jujur sapai pada batas-batas yang dapat dibenarkan.

Berbicara tentang keadilan, kita semua tentu masih ingat akan dasar negara kita yaitu pancasila. Sila ke-5 pancasila yang  berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip “Tidak ada kemiskinan didalam Indonesia merdeka”. Dari penjel.asan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteraan dan keadilan. Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan mayasrakat Indonesia. Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu diperlukan perbuatan dan sikap yang perlu di pupuk, yakni:

  1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong;
  2. Sikap adil terhadap sesama, menjabga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain;
  3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang lain yang membutuhkan;
  4. Sikap suka bekerja keras;
  5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteran bersama.

Referensi:

Ilmu Sosial Dasar Universitas Gunadarma Depok