Penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah satu kesatuan yang saling berkaitan. Penduduk adalah orang yang tinggal disuatu daerah, sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem dimana setiap individu saling berinteraksi didalamnya maka dapat disebut dengan masyarakat. Sekelompok orang yang telah tinggal disuatu daerah dan telah mempunyai cara hidup yang berkembang dan dimiliki secara bersama-sama serta diwariskan dari generasi ke genererasi atau dalam kata lain turun temurun dapat disebut dengan kebudayaan.

Tetiga hal tersebut diatas berkembang di kehidupan manusia secara bersama-sama, masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehinggat tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, dan disitulah nantinya akan terbentuk suatu kebudayaan dari masyarakat suatu daerah.

Indonesia yang merupakan negera kepulauan yang didalamnya terdapat bermacam-macam suku dan etnis tentunya akan menciptakan kebudayaan yang beragam pula misalnya Ambon, Batak, Bali, Jawa, Bugis, Papua, dll pastilah tidak ada kesamaan budaya yang tercipta dari masing-masing suku tersebut, hal ini dikarenakan cara hidup dan kebiasaan dari suatu suku atau kelompok yang tinggal di suatu daerah tertentu tersebut berbeda-beda. Dari beberapa hal di atas maka akan terbentuklah masyarakat Indonesia yang besar dan mendiami suatu wilayah tertentu serta akan terus berkembang dan membentuk kepadatan penduduk.

Sensus penduduk sebagai alat ukur kepadatan penduduk yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali oleh pemerintah kita, bukan hanya menghitung jumlah penduduk saja tetapi juga mendata tentang umur penduduk, jenis kelamin penduduk, tingkat pendidikan penduduk, jenis mata pencaharian dan sebaginya. Kesemuanya ini menunjukkan susunan penduduk atau komposisi penduduk dinegara kita pada tahun tersebut. Tercatat pada tahun 2005 penduduk Indonesia berjumlah 241.973.879 jiwa, angka ini merupakan urutan ke-4 penduduk terbesar dunia. Sentralisasi penduduk di kota-kota besar masih sulit terkontrol sehingga berdampak pada angka kepadatan penduduk tidak merata.

Faktor urbanisasi sering disebut sebagai pemicu kenapa pertambahan penduduk di kota-kota besar tidak seimbang, pandangan orang desa bahwa kota besar seperti Jakarta misalnya adalah tempat yang paling mudah untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak, hal ini pastilah bertentangan dengan kenyataannya sekarang. Masalah sosial akan muncul sebagai akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada, faktor ekonomi, biologis, psikologis dan budaya adalah merupakan beberapa keadaan masalah sosial yang timbul.

Dari beberapa hal diatas dapat kita simpulkan bahwa penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan kebudayaan adalah hasil seni, kutur sosial, kebiasaan dan diwariskan secara turun-temurun yang tercipta dari interaksi suatu masyarakat.

Kedua hal tersebut saling terkait, masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh norma-norma yang berlaku di dalam suatu wilayah tertentu dan masyarakat tersebutlah yang nantinya akan menciptakan dan melestarikan suatu kebudayaan darimana dia berasal baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut yang berkembang seiring dengan perkembangan jaman dan kultur masyarakat.

rifqi hajam/19111279/1KA26